Israel and Palestine’s Conflict : An Opinion

Ketika blog ini ditulis, serangan Israel di Jalur Gaza sudah memasuki hari yang kedelapan, dengan jumlah warga tewas sekitar 480 orang, dan di dalamnya terdapat kurang lebih 100 anak-anak tidak berdosa..

Blog ini ditulis untuk membangun kesadaran yang lebih baik tentang konflik ini, karena media massa dan media elektronik belakangan ini memperlihatkan begitu banyak aksi demonstrasi dan penuntutan dihentikannya serangan tersebut oleh kebanyakan ormas-ormas agama Islam, konflik ini jadi terlihat seperti konflik agama, padahal sebenarnya tidak… Lebih merupakan konflik wilayah antar negara..

Palestina merupakan negara yang terlebih dahulu ada sebelum Israel. Pada masa sebelum tahun 1920, orang-orang Yahudi hanyalah suku besar yang tidak memiliki negara, mereka tersebar di berbagai negara dan menetap di sana. Walaupun mereka tersebar, mereka memiliki impian yang hampir sama, dengan didukung oleh doktrin agama mereka, Yahudi, mereka ingin dapat tinggal lagi di Tanah Terjanji, yang dijanjikan Tuhan kepada mereka, yang pada waktu itu merupakan wilayah dari negara Palestina. Karena adanya sesuatu hal di Eropa, orang-orang Yahudi yang menetap di Eropa kemudian didorong untuk kembali ke Tanah Terjanji mereka, yang kemudian tercatat sebagai imigrasi penduduk terbesar di zaman modern. Pada tahun 1896, Theoder Hezl menemukan politik Zionisme, sebuah pergerakan untuk membentuk sebuah negara Yahudi di Tanah Terjanji dengan cara membawa dan mendorong pemasalahan tersebut terus-menerus di forum-forum internasional. Setelah itu, eksodus besar-besaran orang Yahudi ke wilayah Palestina semakin gencar. Pada tahun 1920, PBB kemudian memerintahkan Inggris (yang pada Perang Dunia I berhasil menakhlukkan Palestina) untuk segera mempersiapkan dan membentuk negara bagi orang-orang Yahudi ini di dalam negara Palestina. Eksodus orang-orang Yahudi itu pun terus berlanjut, hingga akhir Perang Dunia II, jumlah orang Yahudi di dalam negara Palestina, kurang lebih sekitar 33 persen dari keseluruhan populasi di Palestina. Pada tahun 1947, PBB kemudian memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian besar, Wilayah Yahudi dan Wilayah Arab, dengan Jerusalem sebagai ibukota mereka. Orang-orang Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi orang-orang Arab menolaknya. Pada tanggal 14 Mei 1948, orang-orang Yahudi tersebut kemudian mendeklarasikan kemerdekaan dari Palestina, membentuk sebuah negara Yahudi sendiri dan memberi namanya Israel. Deklarasi tersebut kemudian diikuti dengan perang dengan negara-negara Arab yang berlanjut hingga kini. Dari sebagian besar perang Israel dengan negara-negara Arab, Israel lebih banyak menang, dan oleh karena itu wilayah negaranya semakin besar. Israel juga terus menggrogoti wilayah Palestina, dan negara-negara Arab di sekitarnya. Israel menjadi sebuah negara yang mendapatkan de facto dan de jure ketika diterima menjadi anggota PBB.

Well, itu sebenarnya sedikit sejarah singkat dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Israel dan negara-negara Arab. Sejarah di atas merupakan dasar konflik dan sikap saling membenci yang teramat dalam antara Israel dengan bangsa-bangsa Arab..

Setelah kita punya gambaran yang lebih baik tentang konflik tersebut, izinkanlah gua memberikan opini pribadi tentang konflik tersebut. Sekali lagi, apapun yang gua tuliskan di bawah ini merupakan pure opini pribadi, ya mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pemikiran, namun belum tentu kebenaran. Gua akan memberikan opini pribadi tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering terlontar ketika melihat konflik antara Israel dan Palestina..

Mengapa Amerika Serikat sangat dekat dengan Israel ?

Well, yang pertama, jawabannya mungkin karena orang-orang Yahudi adalah suku bangsa ”minoritas” yang ”mayoritas”.. Bingung ?! Yupz, maksud gua, walaupun secara kuantitas bangsa Yahudi cukup dapat dikatakan minoritas di muka bumi ini, namun kebanyakan orang-orang Yahudi di luar negara Israel adalah orang-orang yang kaya raya, jika tidak ya sangat pintar dan cerdas. Hal yang sama juga terjadi di Amerika Serikat. Kebanyakan orang Yahudi di Amerika Serikat adalah orang-orang yang memegang peranan yang penting dalam bidang pemerintahan, perekonomian, dan sains dan teknologi. Jadi mereka mayoritas secara kualitas. Nah, anda bisa bayangkan misalnya jika orang-orang Yahudi yang memiliki jabatan atau kedudukan penting di Amerika Serikat tersebut adalah Zionis? Ya, Amerika Serikat sebenarnya tidak dapat berbuat banyak jadinya.. Karena jika mereka memilih bersikap netral di dalam konflik Israel-Palestina, instead of mendukung Israel, maka tidak mungkin orang-orang Yahudi yang ”mayoritas” ini akan meninggalkan kepentingan-kepentingan Amerika Serikat, dan tidak tertutup kemungkinan akan mempengaruhi segala macam aspek kehidupan di sana.

Yang kedua, Israel merupakan satu-satunya negara di wilayah Arab yang dapat dikatakan menjadi basis yang sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat. Melalui Israel, Amerika Serikat dapat memata-matai aktivitas negara-negara Arab, yang sering menganggap AS sebagai musuh mereka. Apalagi Mossad, agen rahasia Israel, merupakan agen rahasia terbaik di dunia, sehingga informasi apapun yang dapat mengancam keberadaan AS sebagai sebuah negara akan dapat dideteksi terlebih dahulu. Keuntungan lanjutannya, jika AS suatu saat hendak menguasai ladang-ladang minyak negara Arab, atau setidaknya bernegoisasi ulang tentang minyak, Israel dapat menjadi ”pengancam” yang menakutkan.

Mengapa Israel hampir selalu menang dalam perang melawan negara Arab?

Karena Israel adalah negara yang concern terhadap pengembangan sains dan teknologi, terutama pada sistem kemiliteran mereka. Ditambah dengan dukungan Amerika Serikat yang juga membantu menyuplai pesawat tempur dan senjata, Israel terkenal dengan dua kekuatan utamanya, yaitu angkatan udara dan agen rahasia mereka. Orang-orang Yahudi tidak dapat dipungkiri lagi merupakan ras yang unggul secara intelektual, jadi tidak mengherankan apabila Israel kuat secara ekonomi dan militer. Yang perlu dicatat juga adalah Israel termasuk ke dalam negara yang memiliki senjata nuklir, jadi dapat digambarkan bagaimana sebenarnya kekuatan militer Israel berbanding dengan negara Arab. Sebagai gambaran Israel memiliki 970 tank kualitas tinggi, 1204 artileri, 875 pesawat tempur, 286 helikopter tempur, 13 kapal perang, dan 3 kapal selam, dan kurang lebih 500.000 tentara. Bandingkan dengan misalnya, Palestina yang hanya memiliki 20.000 tentara, tanpa artileri, tanpa tank, tanpa pesawat dan helikopter tempur, dan hanya memiliki roket-roket jarak pendek dan menengah. Benar-benar pertarungan yang tidak seimbang..

Mengapa Liga Arab tidak dapat menghentikan Israel ?

Karena di dalam Liga Arab sendiri terdapat perpecahan.. Karena ada beberapa negara di Arab yang memiliki kerja sama ekonomi dan politik yang lebih dekat ke Israel atau Amerika Serikat. Atau karena asas, visi, dan misi bangsa dan negara mereka berbeda dengan Palestina misalnya, sehingga tidak dapat dihitung sebagai sebuah sekutu. Belum lagi diperparah dengan pernah terjadinya perang saudara antara negara Arab (Iran dan Irak, misalnya), yang kemudian mungkin memperburuk kerja sama mereka secara regional. Jadinya, Liga Arab tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan Israel, karena di dalam mereka sendiri terdapat berbagai bentrok kepentingan. Memutuskan untuk berperang langsung dengan Israel juga bukan pilihan yang bijak karena kekuatan militer Israel yang sangat besar dan tentu saja adanya kemungkinan melawan Amerika Serikat secara langsung karena hal tersebut.

Mengapa PBB tidak dapat menghentikan atau menghukum Israel ?

Karena di dalam PBB sendiri terdapat hak khusus bagi 5 negara pendirinya, yakni hak veto.. Yaitu hak untuk membatalkan, atau menegoisasikan ulang keputusan yang diambil oleh PBB.. Negara yang memiliki hak veto di antaranya adalah Amerika Serikat yang sangat pro-Israel. Jadi walaupun, PBB akhirnya memutuskan untuk menghukum Israel, atau bahkan menyerang Israel, keputusan tersebut tidak akan bertahan lama, karena Amerika Serikat tidak akan segan-segan men-vetonya, dan hasilnya akan : NOTHING!!! Yupz, yang bisa dilakukan PBB hanyalah memberikan bantuan logistik kepada Palestina, tidak lebih..

Apa yang sebenarnya menyebabkan konflik Israel-Palestina sekarang ini?

Mungkin beberapa di antara pembaca blog ini sempat mendengar alasan mengapa Israel menyerang Palestina secara besar-besaran.. Yupz, Israel mengklaim hal tersebut dilakukan untuk menghentikan serangan-serangan roket yang diluncurkan oleh HAMAS dari jalur gaza ke wilayah Israel.. Israel menuding HAMAS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Well, menurut gua pribadi gencatan senjata dan alasan mengapa HAMAS meluncurkan roket kembali ke Israel sebenarnya adalah salah Israel sendiri, dan alasan untuk menyerang Palestina tersebut hanyalah rasionalisasi saja. Karena pada masa gencatan senjata, Israel dengan sengaja meledakkan pipa gas ke jalur gaza, yang sempat menyebabkan warga Palestina di sana sempat tidak merasakan listrik dan mengalami kesulitan ekonomi dan hidup. Hal tersebut dengan sangat jelas memperlihatkan niat Israel untuk merusak kesepakatan gencatan senjata tepat pada saat kesepakatan untuk membentuk NEGARA PALESTINA MERDEKA. Umpan yang kemudian dimakan dengan manis oleh pihak HAMAS, mendeklarasikan perang terbuka, dan akhirnya kesepakatan negara Palestina menjadi tertunda kembali.

Mengapa serangan Israel dikatakan sangat brutal sekarang ini?

Karena Israel menyerang hampir apapun melalui pesawat dan helikopter tempurnya, tidak ada target khusus. Berdasarkan pengetahuan gua yang terbatas ini, sebenarnya sebelum menjalankan serangan udara secara besar-besaran yang terarah, biasanya dikirim terlebih dahulu angkatan darat atau agen rahasia ke dalam wilayah musuh. Angkatan darat atau agen rahasia tersebut akan melakukan survei di lapangan dan menentukan terlebih dahulu gedung mana saja yang dicurigai atau memang berbahaya dan harus diratakan dengan tanah.. Jika telah menemukannya, angkatan darat atau agen rahasia dapat menembakkan semacam laser pemindai/pengarah ke arah gedung, yang kemudian di layar pesawat tempur akan terbaca sebagai target, dan kemudian diledakkan dengan peluru kendali yang akan secara otomatis menuju ke gedung yang diarahkan oleh laser tersebut.. Sesuatu yang tidak dilakukan oleh Israel dalam perang kali ini.. Bahkan dalam berita dikatakan bahwa pilot pesawat dan helikopter tempur mendapatkan perintah untuk DIPERKENANKAN UNTUK MENEMBAK GEDUNG APAPUN JIKA PILOT BERASUMSI BAHWA GEDUNG TERSEBUT MENJADI TEMPAT BERSEMBUNYINYA ANGGOTA ATAU SENJATA HAMAS.. Buset!!! Jadi serangan udara Israel terhadap gedung-gedung di jalur Gaza hampir semuanya hanya berdasarkan ASUMSI, sekali lagi A-S-U-M-S-I dari para pilotnya.. Tidak mengherankan kemudian yang menjadi sasaran adalah rumah sakit, masjid, rumah-rumah sipil, dan bangunan pemerintahan. Tidak mengherankan juga jika kemudian sebagian besar korban yang tewas adalah warga sipil dan anak-anak. Tidak mengherankan juga bahwa perang ini bukan sebuah perang, tetapi pembunuhan. Sungguh cara yang buruk untuk memulai tahun yang baru..

Mengapa perang ini menjadi sebuah bencana kemanusiaan ?

Karena sebagian besar korbannya merupakan warga sipil dan anak-anak. Dengan metode yang serampangan, Israel melakukan rasionalisi pembunuhan yang sangat tidak dapat dibenarkan. Israel mungkin dapat memberikan alasan bahwa HAMAS menyerang terlebih dahulu wilayah mereka dengan roket.. Tetapi yang mau gua ungkapin di sini adalah bahwa roket-roket yang diluncurkan HAMAS ke wilayah Israel bukanlah roket-roket dengan kualitas tinggi, tetapi hanya roket buatan rumahan, roket yang jika menyentuh tanah tidak akan menyebabkan ledakan dan bola api besar, hanya menimbulkan kerusakan karena energi kinetis dan berat yang ditimbulkan. Roket yang ditembakkan juga seperti Catapult, tidak terarah. Dan jumlah korban yang tewas sekitar 4 orang.. Bandingkan dengan cara Israel membalas dendam, dengan teknologi presisi tinggi, dengan senjata-senjata termutakhir, dan korban tewas yang begitu besar.. Ini bukan balas dendam, tetapi pembunuhan.. Karena jika Israel ingin menghentikan roket HAMAS ke wilayah mereka, Israel dapat dengan teknologi mereka mencari dan meledakkan hanya peluncur-peluncur roket HAMAS.. Tetapi mereka lebih memilih untuk menghancurkan jalur Gaza.

Yang membuatnya lebih parah adalah semua bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh negara-negara lain untuk penduduk Palestina di Gaza, baik melalui jalur darat maupun laut, kebanyakan dari mereka dicegat oleh militer Israel dan tidak diperkenankan untuk masuk ke Jalur Gaza. Padahal mereka yang menjadi korban perang sangat amat sungguh membutuhkan bantuan secepatnya, supaya jumlah korban yang tewas karena efek setelah perang dapat dikurangi.. Karena hal-hal tersebut, perang ini benar-benar menjadi sebuah bencana kemanusiaan..

Mengapa perang ini bukan perang agama?

Setelah melihat dasar konflik dan efeknya, kita dapat dengan pasti mengatakan bahwa ini adalah perang politik dan wilayah, dan sama sekali tidak berhubungan dengan agama apapun. Tetapi kemudian mengapa ormas-ormas Islam sangat memperlihatkan seolah ini adalah perang agama ? Mungkin karena disebabkan trauma Perang Salib yang terjadi di Jerusalem untuk memperebutkan kota suci tersebut, dimana Kristen melawan Islam di sana.. Tetapi, hal itu sudah terjadi lama sekali dan sama sekali tidak relevan dengan konflik politik dan wilayah antara Israel dan Palestina yang juga menyeret Jerusalem sekarang ini.. Jika memang dikatakan ada perasaan senasib antara sesama umat Muslim di seluruh dunia, mengapa ormas-ormas Islam di Indonesia ini tidak ribut seperti sekarang ini ketika Pakistan dan India berperang soal wilayah Kashmir yang didominasi oleh umat Muslim??!! Atau konflik Somalia yang juga didominasi oleh umat Muslim? Ini yang patut dipertanyakan.. Menurut opini gua pribadi, mungkin karena ada perasaan kelekatan secara historis dengan Palestina yang di dalamnya memiliki kota-kota suci untuk agama Islam, Kristen, dan Yahudi. Jadinya, porsi ”pentingnya” Palestina menjadi lebih diutamakan untuk diperjuangkan..

Kembali ke masalah, sebagai seorang yang non-Muslim, gua secara pribadi sangat mengutuk keras serangan Israel ke Palestina ini.. Dan saya yakin semua pribadi dari semua agama, semua golongan, semua lapisan masyarakat, dan semua ras juga berpendapat yang sama dengan gua, kita semua sangat mengutuk keras serangan ini. Jadi, berhentilah menjadikan ini terlihat sebagai perang agama.. Dan untuk mereka yang bukan non-Muslim tunjukkanlah sikap secara lebih terbuka bahwa kita juga mengutuk Israel karena perang ini, sehingga secara publik dapat lebih terlihat sikap yang kita ambil.

Dapat dibenarkankah jika kita mengambil wilayah yang secara agama ditujukan pada kita?

Jawaban gua secara pribadi, ENGGAK!!! Mungkin ini lebih ditujukan pada Israel yang sedang menguasai, apa yang menurut Alkitab, tanah yang Tuhan janjikan pada mereka.. Well, sebagai gambaran kasarnya, gua enggak bisa mengklaim semua wilayah Jakarta Selatan misalnya, sebagai wilayah khusus orang Tionghua, karena dahulu kakek buyut gua pernah meninggalkan surat wasiat kalau semua wilayah Jakarta Selatan adalah wilayah yang dijanjikan buat tempat tinggal orang Tionghua.. Bisakah kemudian gua mengklaim Jakarta Selatan sebagai negara khusus orang Tionghua hanya karena surat wasiat kakek buyut gua itu, jawabannya tentu TIDAKKK!!!!!… Karena gua butuh bukti yang jauh lebih jelas dan konkrit untuk mengklaimnya daripada hanya sekedar sebuah surat wasiat.. Hal yang sama juga terjadi pada Israel, menurut gua secara pribadi.. Jadi, membentuk sebuah negara itu membutuhkan pengakuan secara de facto dan de jure, tidak dapat sembarangan semau gue.. Hehehe…

Well, gua cuman berharap perang ini dapat segera berakhir, sebelum jatuh korban warga sipil, khususnya anak-anak yang lebih banyak lagi.. Semoga ada jalan keluar yang lebih konkrit terhadap masalah yang sudah terlalu berlarut-larut ini, jadi tidak hanya sekedar pertemuan, perbincangan perdamaian, atau gencatan senjata sementara yang tidak menghasilkan perdamaian secara permanen.. Semoga negara-negara adikuasa dapat memberikan pandangan yang lebih netral terhadap konflik ini, sehingga tidak mendukung salah satu negara saja.. Karena di dalam perang, menurut gua secara pribadi, tidak ada yang benar, semuanya salah…Tidak ada pemenang, semuanya kalah. Semoga bumi ini bisa damai, karena jika hal seperti ini yang dilakukan oleh umat yang paling disayang Tuhan, entah bagaimana perasaan Tuhan melihatnya..

Last update 05/01/2009 : Israel sudah memobilisasi angkatan daratnya untuk masuk ke wilayah Gaza.

Last update 08/01/2009 : Perang darat sudah dimulai, korban jiwa di pihak Palestina mencapai 600-an orang, dengan korban anak-anak sekitar 220.. Usulan gencatan senjata oleh Mesir dan Perancis sedang dipertimbangkan oleh kedua belah pihak.

Imagine there’s no countries

It isn’t hard to do

Nothing to kill or die for

And no religion too

Imagine all the people

Living life in peace

Artist : John Lennon

Song : Imagine

Album : Imagine (1971)


About this entry