Seven Deadly Sins by Gandhi

Siapa sech yang enggak kenal sama Mahatma Gandhi, sang pemikir, penggagas, pejuang, dan bapak kebangsaan India ini? Gandhi, menurut gua secara pribadi, adalah pemikir besar abad-20. Pemikiran-pemikirannya terkadang bersifat radikal namun halus atau keras namun sangat estetik (indah). Lihat saja gagasannya untuk memperjuangkan kemerdekaan India dari tangan Inggris melalui gerakan-gerakan ahimsa dan sebagainya, begitu “kasar” namun terlihat sangat “halus” dan efektif. Tidak diragukan lagi, di dalam tubuh kecil dan kurus Gandhi tersimpan energi dan pemikiran yang sangat universal dan mulia. Gandhi is the real hero, he never held a weapon, yet he gave India the freedom by his mind and will..

Ok, balik lagi ke judul di atas.. Ketika gua lagi duduk-duduk santai di fakultas kampus gua, gua iseng ngebolak-balik majalah jadul yang tersimpan di sana, dan tiba-tiba ada artikel yang menarik perhatian gua.. Bukan soal isi artikelnya yang menarik, tapi ada kutipan yang dibold di sana yang membuat gua tertegun. Melihat siapa yang mengucapkannya, yaitu Gandhi, gua rasa sangat pantas untuk membagikannya lewat blog ini..

The deadly seven sins.. Gandhi menganggap ada tujuh dosa paling mematikan di dunia ini, yaitu :
1. Wealth without work  (Kekayaan tanpa bekerja)
2. Pleasure without conscience  (Kesenangan tanpa hati nurani)
3. Science without humanity (Ilmu tanpa kemanusiaan)
4. Knowledge without character (Pengetahuan tanpa karakter)
5. Politics without principle   (Politik tanpa pendirian)
6. Commerce without morality (Perdagangan tanpa moralitas)
7. Worship without sacrifice (Pemujaan tanpa pengorbanan)

Jika dicermati secara seksama, ketujuh dosa mematikan ini memang benar adanya menurut pendapat pribadi gua. Anda bisa bayangkan apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang ingin kaya namun tidak ingin bekerja ? Ia bisa saja membunuh atau merampok orang lain, ia bisa saja menipu, ia bisa saja merusak, dan lainnya. Bagaimana dengan mereka yang mencari kesenangan tanpa hari nurani? Mereka akan menjadi hedonis yang tidak bernurani, mereka bersenang-senang di atas penderitaan orang lain, mereka akan tampil mewah atau menghambur-hamburkan uang di tengah kehidupan masyarakat yang miskin misalnya.. Ilmu tanpa kemanusiaan dan pengetahuan tanpa karakter terlihat nyata di dunia, senjata misalnya.. Setiap senjata yang dibuat untuk menghasilkan efek yang lebih mematikan dibandingkan sebelumnya sudah pasti tidak akan memikirkan efek kemanusiaan apapun. Dunia akan perlahan hancur ketika teknologi dan pengetahuan dikembangkan tidak untuk tujuan memajukan manusia dan berprinsip pada hal tersebut, manusia akan perlahan-lahan musnah akibat ulahnya sendiri.
Politik tanpa pendirian akan menghasilkan ketidakpastian kepemimpinan dan ketidakpastian arah dan tujuan berbangsa dan bernegara. Akibatnya ? Rakyat yang menjadi korban elit-elit politis tersebut. Bukankah di Indonesia, dosa ini banyak dilakukan ? dan lihatlah hasilnya, selama 60 tahun merdeka, hasil nyata belum lah tampak. Bagaimana bisa kita maju jika partai politik yang dikatakan bersifat ”mengakomodir” dan ”mewakili” setiap aspirasi masyarakat sendiri saja bingung dengan ideologi partainya sendiri ? Bagaimana partai yang ”berteriak” nasionalis berkoalisi dengan partai yang berbasis agama, sementara ideologi nya berbeda satu sama lain? Bukankah ini memang hanya untuk kepentingan politik praktis semata? Ini adalah contoh nyata dari politik tanpa pendirian, mencong sana mencong sini, yang penting kekuasaan, mundur, dan kemudian tidak ada hasil pada rakyat. Bandingkan dengan cara Gandhi memimpin perjuangan terhadap Inggris, berpolitik secara halus namun menghasilkan kekuatan yang keras..
Perdagangan memang tidak pernah mengenal moralitas, karena memang pada dasarnya prinsip keduanya sangat bertolak belakang, keuntungan dan kebaikan bukanlah teman yang baik. Tetapi perdagangan yang semata-mata mencari keuntungan akan membawa bencana yang besar. Anda bisa bayangkan ketika tidak ada moralitas dalam perdagangan ? Anda bisa lihat secara nyata dari krisis global dunia yang berakar dari kondisi ekonomi AS yang buruk. Perekonomian negara adidaya itu tergerus dengan cepat semata-mata karena beberapa orang tamak yang berusaha mengeruk uang sebanyak-banyaknya tanpa berpikir tentang moralitas. Dan hasilnya ? Semua rakyat Amerika menderita, dan begitu juga warga dunia. Mencari keuntungan sendiri, dan membangun egoisme yang tebal terhadap itu akan menghancurkan orang lain, atau bahkan dunia. Mereka yang mengejar keuntungan dengan menghancurkan alam, menggali, menebang, membakar, dan lainnya secara ilegal dan menghasilkan dampak yang sangat merusak adalah orang-orang tak bermoral dan egois. Apa lah gunanya uang banyak yang didapat apabila tidak ada lagi dunia untuk ditinggali?
Pemujaan tanpa pengorbanan? Bahkan hal ini lebih mematikan lagi dibandingkan dengan dosa-dosa lainnya. Mereka yang memuja sesuatu tanpa ingin mengorbankan apapun tidak ada bedanya dengan boneka kosong yang tidak berisi kapas, dari luar terlihat indah namun tidak berisi. Kita ambil contoh saja, soal agama misalnya. Bagaimana mungkin mereka yang memuja Tuhan yang sama kemudian saling berperang satu sama lain karena perbedaan cara pemujuaan, dan bukannya berkorban ego masing-masing dan menoleransi perbedaan tersebut ? Bagaimana mungkin mereka yang beragama memuja Tuhan yang meminta mereka untuk memberikan bantuan bagi mereka yang miskin atau membutuhkan namun tidak ingin berkorban kekayaaan material sedikit pun? Atau mereka yang sangat memuja negaranya, sangat mencintai negaranya dimana ia berada, namun tidak ingin mengorbankan apapun untuk negaranya itu? Apa yang kemudian dihasilkan? Ketidakseimbangan dalam hal tersebut, dimana kita akan lebih banyak mengharapkan atau meminta tanpa memberi. Ingat, bentuk ketidakseimbangan apapun biasanya bersifat sangat merusak..

Jika, kita membandingkan ketujuh dosa mematikan menurut Gandhi ini dengan kondisi nyata dunia sekarang ini, dimana semua orang mementingkan dirinya sendiri, menghalalkan apapun untuk mendapatkan sesuatu dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, dimana kemajuan teknologi senjata mengalahkan kemajuan paramedis, dan lainnya, maka hal ini akan menjadi sebuah peringatan yang keras. Dunia akan mati karena dosa-dosa ini, perlahan namun pasti.. Gandhi telah memperingatkan, akankah kita mendengar?


About this entry