Song For Peace

Setelah bom yang meledak di Jakarta tanggal 17 Juli 2009, ada sedikit perasaan yang mengganggu di hati sebenarnya.. Penuh pertanyaan, kenapa bisa terjadi? Apa alasannya? Kenapa harus membunuh orang tidak berdosa? Apa yang mereka perjuangkan?

Terhenyak dengan apa yang terjadi di Indonesia, di belahan dunia yang lain pun sedang terjadi kekacauan yang tidak jauh berbeda. Entah apa yang terjadi dengan manusia, tapi mungkin kita memang makhluk yang paling aneh di dunia.. Dengan berbekal pikiran dan akal budi, kita justru lebih banyak menghancurkan dan memusnahkan sesama spesies kita.. Bukannya melindungi..

Perang berkecamuk, pembunuhan terjadi, nyawa manusia yang hilang menjadi tidak ada harganya.. Sebenarnya ke mana kemanusiaan itu pergi.. Kadang bertanya dengan penuh kepiluan, apakah manusia akan merasa serasa dan sama suatu saat, saling menghargai dan menghormati? Ataukah akan semakin membabi buta?

Sebenarnya apa yang kita cari? apa yang mereka cari? Pernahkah bertanya pada diri sendiri?

Mengapa menghilangkan nyawa manusia yang lain menjadi pekerjaan yang sangat mudah? Mengapa mengesampingkan kemanusiaan untuk hal yang duniawi menjadi hal yang biasa?

Pernahkan bertanya pada diri sendiri?

Ketika memikirkan itu semua, gua secara pribadi tidak dapat menemukan jawabannya.. Sulit untuk mengerti kenapa manusia membunuh manusia lain, mengesampingkan kemanusiaan, untuk sesuatu yang fana dan hampa seperti kepuasaan, kekuasaan, atas nama Tuhan, atas nama kebenaran, dan lainnya.. Tidak bisakah hal tersebut dicapai dengan begitu banyak cara lain yang lebih beradab?

Tidak setuju akan sesuatu? sampaikan dengan terbuka dan penuh dengan kerendahan hati..

Tidak dapat menerima kemajemukan dan perbedaan? Telanjangilah dirimu dari segala macam status, dan lihatlah dirimu sebagai manusia yang sama dengan manusia yang lain, yang unik dan pantas dilindungi.. Bertoleransilah dan Terimalah perbedaan sebagai sesuatu yang hakiki dan tidak dapat ditolak atau dihilangkan..

Tidak puas dengan keadaan yang sekarang? Sampaikan dan berjuanglah dengan cara-cara yang benar untuk mendapatkan apa yang kita mau.. Memperjuangkan kepuasan dengan cara-cara tidak manusiawi berarti merenggut kebebasan orang lain untuk mendapatkan kepuasan yang sama..

Begitu susahkah untuk menanggalkan semuanya, dan bertelanjang?

Bukankah kita semua dilahirkan dengan hanya kulit yang menempeli badan, dan bukankah begitu seharusnya?

Bukankah agama, negara, bangsa, suku, ras, dan golongan adalah pembedaan yang dibuat oleh lingkungan sosial? Bahwa pembedaan tersebut tidak dapat terhindarkan?

Tapi apakah kemudian semua hal tersebut harus menyulut permusuhan dan perang? Tidak bisakah kita bertelanjang, dan melihat orang lain bertelanjang, bahwa kita sama-sama hanya manusia..

Seperti bayi-bayi yang baru lahir, berteman dengan bayi lainnya, melihatnya dengan kacamata polos penuh cinta..

Untuk mereka yang menabur benih kebencian, perperangan, permusuhan, atas nama status sosial dan hal-hal yang fana, gua menyanyikan satu lagu dengan penuh ketulusan :

Lagu ini didekasikan untuk pelaku pembom-an Ritz-Marriot, untuk pemerintah China yang menekan etnis Uighur di Xinjiang, untuk petinggi Israel yang ingin menyerang Iran dan merebut tanah Palestina, untuk mereka yang ingin berebut kekuasaan di Iran. Dan untuk semua orang yang merasa sekarang di dalam hatinya sedang timbul benih permusuhan, benci, nafsu untuk berperang, melawan mereka yang berbeda agama, suku, ras, golongan, dan bangsa..

Ini adalah dunia yang gua impikan..

Ini adalah dunia yang John impikan..

Ini adalah dunia yang kita impikan…

Ini adalah dunia yang dunia itu sendiri impikan..

Dan suatu saat mimpi ini tidak akan hanya jadi mimpi..

Mimpi ini akan terwujud dan terlaksana..

Dimana dunia akan jadi satu..

Dan semua manusia melihat manusia yang lain, sebagai hanya manusia..

Menelanjangkan semua atribut sosialnya..

Dan menyayangi dan menghormati sesamanya..

Demi satu tujuan..

KEDAMAIAN..

John Lennon – Imagine

Imagine there’s no heaven (Bayangkan jika tidak ada surga)
It’s easy if you try (Mudah jika kamu mencoba)
No hell below us (Tidak ada neraka di bawah kita)
Above us only sky (Dan di atas kita cuma langit)
Imagine all the people (Bayangkan semua orang)
Living for today (Hidup untuk hari ini)

Imagine there’s no countries, (Bayangkan jika tidak ada negara)
It isn’t hard to do (Bukan hal yang sulit untuk melakukannya)
Nothing to kill or die for (Tidak ada alasan untuk membunuh dan mati)
And no religion too (Dan tidak ada agama juga)
Imagine all the people (Bayangkan semua orang)
Living life in peace (Hidup di dalam kedamaian)

You may say I’m a dreamer (Kamu boleh mengatakan bahwa saya seorang pemimpi)
But I’m not the only one (Tapi saya bukan satu-satunya)
I hope some day you’ll join us (Saya berharap kamu akan bergabung suatu hari)
And the world will be as one (Dan dunia akan menjadi satu)

Imagine no possessions (Bayangkan jika tidak ada kepunyaan)
I wonder if you can (Saya bertanya apakah kamu bisa)
No need for greed or hunger (Tidak ada ketamakan dan kelaparan)
A brotherhood of man (Sebuah persaudaraan umat manusia)
Imagine all the people (Bayangkan semua orang)
Sharing all the world (Berbagi dunia ini)

You may say I’m a dreamer (Kamu boleh mengatakan saya seorang pemimpi)
But I’m not the only one (Tapi saya bukan satu-satunya)
I hope some day you’ll join us (Saya berharap kamu akan bergabung suatu hari)
And the world will live as one (Dan dunia akan hidup sebagai satu kesatuan)


About this entry