Purposes of Life

Tujuan hidup..  Dua kata yang memberikan makna dalam kehidupan setiap manusia, dua kata yang menjadikan alasan setiap manusia untuk terus bernapas dan hidup, dua kata yang membuat manusia berjuang dengan keras mengorbankan apa yang dapat dikorbankan, dan dua kata yang begitu abstrak dan subjektif hingga setiap orang mungkin memandangnya sebagai sesuatu yang berbeda. Oleh karena itu juga memberikan (s) pada Purpose nya, sebagai suatu bentuk plural / jamak, bahwa sesungguhnya tujuan hidup itu tidak pernah ada hanya satu, akan selalu berkembang menjadi tujuan-tujuan hidup..

Setiap orang punya pandangan dan persepsi yang berbeda tentang hidup. Dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri berupa pencerahan dan insight, maupun dari faktor luar diri (lingkungan seperti orang tua, teman, budaya, dll), pandangan setiap manusia tentang hidup menjadi berbeda satu sama lain, menjadikannya bervariasi dan unik, dan menjadikannya menarik. Perbedaan-perbedaan dalam memandang setiap hal ini kemudian memicu pada perbedaan pemaknaan pada mana yang penting dan mana yang tidak.. Pemaknaan ini kemudian berkembang menjadi sebuah tujuan hidup. Hal-hal yang dimaknakan sebagai sesuatu yang penting akan menjadi prioritas untuk dicapai atau didapatkan terlebih dahulu, dan itulah yang kemudian menjadi tujuan hidup subjek.

Blog ini kemudian ditulis sebagai bentuk refleksi akan tujuan hidup kita masing-masing, termasuk buat gua sendiri. Mereka yang merasa sudah mencapai tujuan hidupnya, mereka yang sedang berjuang mencapai tujuan hidupnya, ataupun mereka yang sedang berusaha mencari tujuan hidupnya sudah sepantasnya merefleksikan keinginan diri pada hati. Bertanya dengan gamblang, “Inikah?!! Lalu apa?!!”.. Dua pertanyaan ajaib yang akhirnya membuat gua memutuskan untuk terus mengkritisi hidup dan makhluk hidup bernama manusia yang bernaung di dalamnya.

Jika kita bertanya pada kebanyakan orang saat ini, orang terdekat kita hingga orang asing yang kita temui di jalan, dan bertanya pada mereka, “Apa tujuan hidup kamu?”.. Dengan sangat meyakinkan, gua bisa memastikan sebagian besar akan menjawab, “Menjadi kaya, menjadi sukses, punya uang banyak, karier yang mantap, pergi keliling dunia, nyantai tapi punya banyak duit, dll”.. Dan sebagian kecil akan menjawab, “Siapa elo, nanya-nanya geto!!!” ^^.. Ya, semua tujuan hidup itu dapat dikatakan memang menjadi impian semua manusia.. Menjadi manusia yang “lebih” dibandingkan dengan manusia lainnya, menjadi “sukses” menurut standar manusia, dan tentu aza memperlihatkan “kualitas” perseorangan yang lebih baik di mata manusia yang lain.

Jika lalu pertanyaan itu akan dilanjutkan dengan, “Bagaimana mencapai tujuan hidupnya?” pada subyek yang sama. Gua juga bisa menjamin sebagian besar akan menjawab dengan “Bekerja. Berdoa, banting tulang setengah mati pokoke harus dapet,  mencuri, korupsi, menjilat bos, bekerja jujur dan mati-matian, menunggu percikan rejeki dari orang yang lebih beruntung, dll” nya lagi.. Semuanya yakin dan percaya bahwa  tujuan hidup mereka masing-masing adalah hal yang akan membuat hidup mereka jauh lebih baik dan bahagia, jauh lebih bergengsi, jauh lebih bermakna, jauh lebih berpengaruh, jauh lebih menyenangkan, dll.. Tidak salah menurut gua, justru sangat tepat. Karena setidaknya tujuan hidup itulah yang menjadi alasan kita tetap hidup, karena kita menjadi bertanggung jawab pada kehidupan kita sendiri, berjuang mencapai apa yang belum tercapai.

Jika pertanyaan itu dilanjutkan kembali, “Setelah tercapai, lalu apa?”.. dan gua yakin seketika itu semua subyek yang bersemangat dan berapi-api tadi hanya akan termenung, menggigit bibir, atau memerlukan waktu beberapa menit untuk mencari jawabannya.. Membisu ditemani nyanyian angin yang juga semakin tidak jelas terdengar..

Pertanyaannya begitu sederhana, “Setelah itu, lalu apa?”

“Setelah itu, lalu apa?”
“Setelah itu, lalu apa?”

“Setelah itu, lalu apa?”

“SETELAH ITU, LALU APA?”

Beberapa orang akan menjawabnya kembali dengan tujuan hidup yang lebih besar, dan yang lainnya  hanya akan mengelak diam..

Pertanyaan singkat namun padat itu seperti pisau yang menikam jiwa yang berteriak-teriak kehausan sementara dahaganya tidak akan terpuaskan..

“Setelah itu, lalu apa?”

Pertanyaan itu seperti memberikan tamparan yang menyadarkan bahwa sesungguhnya kebutuhan dan keinginan manusia akan sesuatu yang bersifat material dan fisik adalah sesuatu yang tidak akan pernah terpuaskan, akan selalu ada hal lebih besar, hal lebih mahal, hal lebih mewah, hal lebih superior, hal yang lebih mumpuni, hal yang lebih canggih, hal yang lebih fashionable, hal yang lebih up to date, hal yang lebih tinggi, dan hal yang lebih dewa dibandingkan apa yang kita inginkan sebelumnya..

Singkatnya, ketika kita memutuskan, atau sedang menjalani, atau mencari tujuan hidup yang sifatnya fisik atau materi, harta dan tahta, bisa disimpulkan tujuan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Tujuan dari yang sederhana berkembang dan bertumbuh menjadi tujuan-tujuan lain yang lebih kompleks. Dan tanpa kita sadari, perlahan namun pasti kita terikat pada kehidupan yang sifatnya sangat duniawi ini, dan kita kehilangan apa yang disebut “Kebebasan”  yang mutlak..

Karena kalo kita pikirkan dan resapi dengan seksama..

Kita semua tahu, menyadari, dan meyakini di dalam lubuk hari nurani kita yang terdalam..

Bahwa sesungguhnya kehidupan duniawi yang kita jalani sekarang ini..

Hampa..dan kosong..

Karena kesemuanya ini, adalah sistem yang dibentuk oleh manusia sendiri untuk mengikat manusia sendiri pada rutinitas tak berujung dan bermakna..

Apapun yang kita kejar, yang kita persepsikan sukses, yang kita lihat sebagai keberhasilan, semuanya hampa dan kosong..

Karena pertanyaannya akan selalul ada, “Setelah itu, lalu apa?”

Kita menjadi tidak lagi “Makhluk yang bebas”.. Kita tidak lagi makan karena kita lapar, tetapi kita berjuang mati-matian untuk makanan yang lebih enak dan mahal. Kita tidak lagi minum karena kita haus, tetapi kita berjuang mati-matian untuk minuman yang dianggap high-class dan mahal. Kita tidak lagi mengenakan baju untuk menghindari rasa maluu, tetapi kita berjuang mati-matian untuk baju yang dianggap sangat fashionable dan mahal, dan terjadi pada semua aspek kehidupan kita. Dan perlahan-lahan kita kehilangan jati diri sebagai manusia yang sesungguhnya karena sistem yang dibangun oleh segilintir orang. Kita menjadi tidak tahu lagi tujuan utama kita hidup di dunia ini untuk apa.. Kita menjadi sama hampa dan kosongnya dengan apa yang ada di sekeliling kita. Kita menjadi makhluk yang hampa..

Karena kita kita sudah mencapai semua hal kesuksesan dalam hal duniawi, dan Tuhan merenggut semuanya melalui bencana dan kematian..

Bertanyalah pada dirimu sendiri, “Lalu apa?!!”, apa yang kemudian kita punya..

Toh kekayaan tidak dibawa mati..

Toh tahta tidak dibawa mati..

Toh kecerdasan tidak dibawa mati..

Pertanyaannya, “Lalu apa?”

Bahwa sesungguhnya yang Ada dan Benar adalah eksistensi kehidupan spiritual dan superpower di atas kita yang tidak bisa kita jelaskan.. Itu yang seharusnya menjadi tujuan hidup kita, karena Ia tidak hampa dan kosong. Ia bukan sistem yang dibentuk manusia. Ia bukan hal yang akan kita bingungkan kegunaannya ketika kita mati nanti..

Ketika kita masih berjuang mati-matian untuk hal yang duniawi, bertanyalah pada diri sendiri, “Setelah aku mati, lalu apa?”

Oleh karena itu, intinya adalah kebebasan yang mutlak. Kita harus bebas dari “hasrat berkeinginan” kita, karena hal tersebutlah yang membuat kita terikat pada kehidupan yang hampa dan kosong ini..

Mulai sekarang..

Bekerjalah sekuat tenaga supaya orang lain yang kekurangan juga dapat makan..

Kejar uang hingga ke ujung langit supaya orang lain yang kekurangan juga dapat dibantu..

Makanlah supaya tidak lapar, dan bekerjalah membantu menghapuskan lapar orang lain..

Minumlah supaya tidak haus, dan bekerjalah membantu menghapuskan haus orang lain..

Kumpulkan karma yang baik..

Dan bertakwa lah pada-Nya sebagai tujuan utama kita menjalani hidup..

Kurangi ketertarikan dan ketertarikan kita pada dunia yang hampa dan kosong..

Berikan lah berlebih mu kepada yang membutuhkan..

Bantu dunia mencapai kesimbangan..

Sebarkan energi positif ke segala arah..

Karena ketika kita melakukan kesemuanya itu, dan pertanyaan itu datang kembali, “Setelah itu, lalu apa?”, dan kita dengan tenang bisa menjawab, “Sudah selesai, aku tidak ingin apa-apa lagi..”

Saya sedang mencoba..

Anda juga sedang mencoba..

Kita semua sedang mencoba..

Dan keberhasilan ada di depan mata..

Sebuah jawaban sederhana untuk pertanyaan yang sedang sederhana..

^^ cao…


About this entry