I won the Evolitera Awards!!!!!

Mungkin baru dua minggu yang lalu, di kantor sempat ada sesi brainstorming yang menarik, dan pertanyaan yang diajukan juga bukan hal yang mudah dijawab sebenarnya..

Waktu itu sempat ngebahas sedikit soal jurnalistik, soal profesi di dalamnya, dan apa yang membedakan kita dengan para pencari berita bodongan..

Tapi pembicaraan yang cukup terasa menusuk di hati waktu itu adalah pertanyaan kedua yang diajukan di sesi brainstorming itu, “Apa yang membuat seseorang berhak menyandang gelar seorang Fotografer? Apa karena kemampuannya? Apa karena dia belajar tentang ilmu-ilmu fotografi? Atau sebenarnya siapapun yang memegang kamera dan memotret bisa didefinisikan sebagai fotografer?”.. Sesi brainstorming yang penuh dengan lemparan ide – pemikiran – bantahan yang cukup seru dan yang pastinya mencerahkan.. Dan hasilnya? Disimpulkan : Pengakuan..

Gua lalu bertanya pada diri gua sendiri setelah semua sesi itu. Pertanyaan terbesar yang datang tentu aza : Lantas, setelah gua nulis cukup banyak cerpen dan pemikiran gua di media internet, apakah gua sudah berhak menyandang status sebagai penulis?

Dan jawabannya : Belum! Nol besar! Tidak berhak!

Melelahkan memang untuk berargumen dengan suara hati atau kesimpulan yang diambil otak, karena seberapa kuatnya kita berusaha menolak dan melemparkan argumen2, semuanya tampak seperti penyangkalan dan pembodohan terhadap diri sendiri.. Gua sendiri waktu sebenarnya udah punya satu buku yang bercokol cukup baik di EVOLITERA, dengan title Wicked Love nya.. But somehow, gua masih belum merasa puas.. Karena seberapa banyak pun yang view, komen, atau nge-klik love, gua belum mendapatkan pengakuan sebagai seorang penulis.. Gua cuman seorang yang senang menulis dan kebetulan cukup banyak yang suka. Yang menjadi benteng terakhir yang harus dilompati, lagi-lagi sebuah pengakuan..

Namun semua itu berubah, ketika ada email yang masuk dengan berita cukup menggembirakan.. Gua menjadi salah satu pemenang 3 besar di

Evolitera Award!

Dan gua waktu itu senangnya bukan main, Bukan hanya karena gua ngebayangin hadiah-hadiah yang mungkin gua dapetin, tapi email itu mengeras menjadi palu.. Palu yang selama ini gua butuhin buat ngehancurin dinding yang selama ini membatasi diri gua dan impian yang berada di ujung sebelah dinding.. Palu yang mungkin saja belum menghancurkan keseluruhan dinding yang ada, tetapi setidaknya cukup untuk membuat lubang besar dimana tangan gua bisa menggapai menembus dinding dan menggapai udara yang selama ini cuman bisa gua impikan..

Sebuah tarikan nafas, helaan panjang, guratan mata menyipit, senyum lebar, dan tangan di dada. Semuanya diikuti dengan sebuah ucapan hati nurani dan otak yang manis, “Gua kini seorang penulis..”

Pengakuan itu akhirnya datang seperti setetes hujan di penantian kemarau yang panjang.. Mungkin tidak akan langsung menyejukkan, tapi sedikitnya menumbuhkan harapan..🙂

Dan apa jadinya gua tanpa Evolitera sebenarnya? Gua mungkin akan tetap menuangkan ide-ide gua di blog kecil yang jadi sarana gua untuk melepas kepenatan tendangan pikiran-pikiran gila di otak yang sudah tak mampu lagi menahannya. Namun berbagi dengan seluruh dunia? Berbagai dengan lebih banyak orang? Akan menjadi sangat sulit.. Maka Evolitera menjadi jalan yang selama ini gua cari sebenarnya, untuk tidak sekedar menuangkan ide, tetapi berbagi dengan begitu banyak orang lain di luar sana.. Evolitera menjadi sebuah wadah, dimana kesatuan ide melebur dalam pusaran kreativitas yang tidak akan mati sebenarnya. Dan jangan ragu-ragu untuk melompat ke dalamnya, karena itu yang kita butuhkan.. Kita yang senang menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan dan membaginya dengan dunia.. Ini tidak pernah soal uang, ini soal kepuasan..

Dan kemarin hari Minggu, gua bertemu secara langsung dengan dedengkot-dedengkot di Evolitera, mereka yang selama ini memberi jalan untuk menggapai mimpi namun belum pernah gua temui secara personal dan fisik.. Dan ketika bertemu, seperti menemukan teman lama yang sekian lama tak pernah bertemu.. Mereka adalah anak-anak muda berdedikasi dan kreatif, yang tak cuman memberikan gua dan yang lain jalan untuk menjadikan mimpi menjadi kenyataan, tetapi juga kesempatan untuk bermimpi.. Dan gua tanpa ragu melepaskan “kerinduan” yang entah darimana datangnya.. Tersenyum, tertawa, dan akrab..

Gua berhak atas iPod Touch 4th Gen 8 Gb yang kini tergenggam di tangan sebagai wujud apresiasi yang termanifestasi dalam bentuk materi dan fisik.. Dan gua berhak atas pengakuan yang selama ini gua cari.. Dan gua sangat bersyukur karenanya..

Terima kasih terbesar untuk Tuhan atas rencana2Nya yang gak bisa diduga sebelumnya (You rules!!), untuk Evolitera, untuk Team Evolitera (I’m not a gay!!! T.T), untuk dua pemenang Evolitera Award lainnya (untuk membakar semangat berkompetisi), dan tentu aja buat mereka yang selama ini sudah meluangkan waktu untuk mampir di e-book gua.. Terima kasih berat..🙂

Dan untuk kalian diluar sana yang bener2 berhasrat untuk menulis, maka yakinlah Evolitera akan menjadi wadah yang sempurna untuk memulai.. Berlaku untuk gua, dan pasti untuk lu juga.. Karena kreativitas tak boleh mati dan padam seperti lilin kecil dalam hati yang ditiup mati oleh angin bernama keraguan dan ketakutan untuk mencoba.. Tulis, tuangkan, berbagi ide dengan yang lain, dan biarkan dunia yang menilai..🙂.. Orang-orang mungkin tidak suka dengan tulisan Anda, tetapi tulisan adalah komunikasi, dan komunikasi selalu menambahkan value tertentu untuk orang lain.. Jadi, tulislah apa yang di otakmu sekarang! Tanpa peduli orang lain suka atau tidak.. ^^..

Terima kasih Evolitera untuk menjadikan definis “penulis” kini berlaku buat gua..🙂.. Dream comes true..

Posted with WordPress for BlackBerry.


About this entry