Gundah..

Ada apa dengan mimpi di ujung tidurmu, ketika jiwa hendak kembali dalam doa, engkau menyeringai dalam luka terbasuh nafsu. Sembilan kali berputar menyebut nama, tidak ada yang datang, tidak ada pula yang menjawab. Semua kembali sunyi seperti dalam rahim, hanya kali ini tanpa darah, tanpa ketuban, tanpa tali makan.. Hanya ada bunga-bunga berserak di atas gunduk dan nama yang mulai terlupa di papan nisan. Memakan tanah, pelan, menelan, demi nama rindu.. Menusuk diri, meminum nyawa, mengubur diri, atas nama bakti.


About this entry